Jumat, 18 Juni 2010

Nasi Penggel Kebumen


Salah satu kawasan yang harus disinggahi dalam rangka melaksanakan kewajiban pekerjaan adalah Kabupaten Kebumen. Kabupaten yang masih dalam wilayah karesidenan Kedu ini ternyata memiliki kawasan geografis yang mengagumkan. Memiliki pantai di selatan dan mencakup pegunungan di sebalah utara, menjadikan Kebumen sebagai kota pantai yang lumayan dingin karena angin pantai dan angin lembah bertemu disana. Suasananya juga menyenangkan, kehidupan ekonomi bergeliat dengan kuat, meski tak seperti kota-kota pantai utara Jawa.

Yang menarik dari Kebumen selain wisata alamnya adalah wisata kulinernya juga. Nasi Penggel demikian orang Kebumen menyebutnya, adalah masakan khas Kebumen. Nasi penggel adalah nasi putih yang dikepeli atau diglindingi seperti bola pingpong. Biasa disantap dengan lauk sayur lodeh gori (nangka muda) dan kikil sapi plus tempe goreng dan kerupuk. Setiap porsinya terdapat 6-8 butir bola nasi tersebut. Semuanya disajikan hangat-hangat menjadikan rasanya memang bener-bener maknyusss...

Meski ini bukan kali pertama saya bertandang ke Kebumen, namun ini adalah pertama kalinya saya mencicipi nasi penggel. Biasanya para bakul nasi penggel buka mulai jam setengah enam hingga jam delapanan. Setelah itu sudah susah mencarinya. Itupun jumlahnya relatif terbatas. Jadi harus bangun pagi-pagi guna menikmatinya. Itulah alasannya mengapa saya ketika sering ke Kebumen selalu kesulitan menemukan penjual nasi penggel ini.

Bakule wis do kukut kabeh nek wis kawanen. Untungnya kemarin ada teman yang membelikannya, jadi meski bangunnya siang saya tetap bisa mencicipi nasi penggel ini.


Sumber:
http://kaumbiasa.com/nasi-penggel-kebumen.php
17 Juni 2010

1 komentar:

  1. Dimana ya, bisa mendapatkan nasi penggel.
    Di Gombong kayaknya ga ada

    BalasHapus